S. L. U

u ask, i answer   Submit   Syaza Luthfani Udyaputri.
I am (just) a lady who wanted to expand her wings as wide as possible and share her smile to everyone.

twitter.com/syazachaca:

    Supporting My Self

    Mengejar mimpi. Itu yang dari dulu selalu jadi prinsip gue. Apapun itu, gue harus mengejar mimpi gue. Gue udah menemukan apa yang jadi mimpi gue, gue udah menemukan apa yang jadi mau gue, gue udah menemukan di dunia mana gue ingin hidup. Semangat membara itu ga pernah hilang lho sampai detik gue menulis tulisan ngaco ini. Tapi ternyata hidup tidak sesimpel itu, hidup tidak seindah perjuangan berat mengejar mimpi yang lo mau, tapi hidup juga tidak seburuk itu disaat lo harus pindah haluan.

    Lo ga boleh punya mimpi punya satu, lo harus punya banyak mimpi. Mungkin orang akan menilai lo adalah orang yang kebanyakan mau, lo ga fokus, tapi gue yakin lo cukup fokus disaat lo udah tau mau lo dan impian lo itu apa. Tapi kita ga bisa kan cuma punya satu rencana didalam hidup, kita harus punya back-up plan nya, misalnya deh ya kita cuma punya satu rencana dan we’ll never know rencana itu berhasil atau ga, ya memang sih ya disaat kita sudah berusaha sungguh-sungguh dan percaya bahwa itu akan terwujud melihat semua proses yang sudah kita lalui kita pasti percaya bahwa tujuan kita akan tercapai, but hey hidup ini bukan milik lo sepenuhnya kan, lo masih punya tuhan yang jauh lebih tau dari lo, lo masih punya orang-orang disekeliling lo yang harus timbang perasaannya, karena lo harus terima bahwa lo hidup bukan hanya buat lo, lo ada di dunia bukan hanya untuk diri lo dan mimpi lo, jauh lebih besar dari itu, lo ada disini untuk Tuhan lo, untuk diri lo, keluarga lo, teman-teman lo, lingkungan lo, kota lo, negara lo (baiklah gue terlalu lebay, hahhaa). Karena banyak hal itu, lo ga bisa tuh punya satu rencana dan satu mimpi aja. Ya karena ga menutup kemungkinan tuh mimpi lo mandek atau sebenernya punya masa depan tapi terlalu banyak nanti yang lo harus hadapi, bukan artinya takut, beda kalau takut lo ga akan pernah usaha dan nyoba untuk mewujudkan mimpi lo itu, tapi ini disaat lo sudah berusaha tapi ternyata banyak hal lain yang membuat lo tidak bisa meraih itu. Tapi bukan berarti give up juga. Bingung ya? hahahhaa….. baiklah, kita coba dengan contoh cerita.

    Coba lo bayangkan ya, lo suka banget nonton film, dan secara ga sadar ternyata selama ini lo bukan hanya suka nonton tapi setiap nonton lo selalu memperhatikan detail dari film itu, mulai dari alur cerita, akting para pemain, sampai pengeditan, gambar, dan sebagainya, dan lo otodidak aja gitu tau itu. Pada akhirnya, lo yakin dan lo tau bahwa disitu minat lo, lo pengen banget punya dan bikin satu film. Lo berusaha mendekat ke dunia itu, lo berusaha masuk ke dunia film, dari jalur manapun, lo coba untuk cari kesempatan untuk lo bisa berada dalam sebuah produksi film, tapi bukan tanpa pengetahuan apa-apa, lo cari tau sendiri tentang pengetahuan film, otodidak, itu dia. Ya walau lo sadar kemampuan dan pengetahuan lo ga akan pernah memadai kalo lo ga belajar formal dan mengalami sendiri tapi ya mau gimana lagi, lo belum bisa mendapatkan pendidikan formal tersebut karena satu dan lain hal. Mungkin karena tuntutan keluarga, yang lo ga bisa untuk ga mendengarkannya, yang lo ga bisa acuh sama tuntutan itu, walau keluarga selalu bilang tidak pernah mau menuntut, rasa sayang dia ke keluarganya terlalu besar untuk diacuhkan, dan disaat lo punya orang lain yang masuk ke hidup lo, secara ga langsung disaat lo mengambil keputusan lo juga pasti akan mempertimbangkan perasaan orang itu. Ya… yang pada akhirnya lo memutuskan untuk menyimpan mimpi lo untuk membuat film dan memulai mimpi yang baru tapi tanpa melupakan mimpi lo untuk membuat film. Lo tetap bisa ko ada di dunia itu, mungkin sebagai produsernya atau lo bisa jadi pengamat film, atau lo bisa ikut dalam komunitasnya dan selalu menikmati berbagai film itu. Jadi, lo bisa mengikuti tuntutan baik keluarga dan menyenangkan mereka, tapi lo juga bisa tetap senang menikmati dunia lo. Quite fair, isn’t it? Well, we can’t get anything we want.

    Life isn’t just about you and your dream. Hidup kita dan diri kita bukan hanya punya kita sendiri, jadi solusi terbaik disaat posisi lo seperti itu ya mencari win-win solution. Mereka senang, lo pun senang. Life is goin to be much more easier and happier. 

    Well, this is just my own thought, ini salah satu prinsip hidup gue, bagi gue, keluarga dan mimpi gue ga bisa gue pilih, mereka harus jalan berdampingan. But trust me, apapun itu prinsip hidup lo dalam meraih impian, lo tetap harus punya back-up plan. Pikirkan hidup lo sampai 10 tahun ke depan dan bikin list rencana lo. Karena kita ga pernah tau apakah semua itu bisa lo capai atau ga, tapi seenggaknya kita ga akan jatuh terpuruk tanpa bisa bangkit karena ga tau cara lain untuk bangkit.

    -Tulisan ini dibuat sama yang nulis pas lagi galau dan sok bijaksana dan sebenernya lagi ngomong sama dirinya sendiri, jadi abaikan ya kalau norak dan terkesan sok dewasa. :))

    — 2 years ago with 2 notes
    #mimpi  #rencana  #keluarga  #hidup 
    1. syazachaca posted this